3

Sinopsis Drama "Mait Idup"

Tugas Mata Kuliah Kajian Drama Indonesia. Yah, tugasnya memang mendadak. Naskah dramanya saja baru saya baca satu kali. Tapi harus sudah dikumpulkan besok, harusnya tadi dikumpukan, tetapi banyak yang belum siap sama tugasnya juga. Tugas oh tugas...Kalau sudah mengerjakan tugas, mata cepat ngantuknya, dibandingkan dengan bermain game. Yah ngantuk deh, ini sinopsis seadanya. hahahaha...Betewe betewe, yang jadi mait idupnya punya nama sama seperti saya 'Gie' . Lalu ? #abaikan

Sinopsis Drama “Mait Idup” Karya Kwee Tek Hoay

Di daerah Jawa Kulon, seorang saudagar kaya bernama Tjung Khik Phok yang mempunyai anak laki-laki bernama Tjung Yang Bwe. Tjung Yang Bwe anak yang nakal, keras kepala, dan pergaulannya bebas. Akibat pergaulan bebasnya ia mengidap penyakit sifilis. Dr.Trusty, dokter yang menangani Tjung Yang Bwe, berpesan agar Khik Phok menjaga keras Tjung Yang Bwe untuk melarang begadang, memakan makanan pedas, meminum minuman alcohol, dan jangan bergaul dengan perempuan sembarangan. Sebelum penyakitnya sembuh. Tjung Yang Bwe mempunyai keinginan untuk menikah, tetapi itu dilarang oleh Dr. Trusty dan Ayahnya, karena itu dapat menyebabkan keturunan yang cacat, tidak sehat. Tetapi Tjung Yang Bwe tidak percaya dan menghiraukan apa kata Dr. Trusty, ia tetap berkelakuan nakal, keluar malam, minum-minuman alkohol, dan bergaul dengan perempuan sembarangan. Melihat tingkah laku anaknya yang tak terkendali, Tjung Khik Phok membiarkan Tjung Yang Bwe menikah dengan Liauw Nio yang menjadi ibu dari Lian Gie. Lian Gie, satu dari delapan anak dari Tyung Yang Bwe dan Liauw Nio yang masih hidup, yang lainnya cacat dan meninggal. Walau begitu Lian Gie pun sering sakit-sakitan, fisiknya lemah. Lian Gie mempunyai tunangan bernama Liesye. Liesye seorang gadis yang menerima Lian Gie apa adanya walaupun Lian Gie tidak berguna, sering sakit-sakitan seperti mayat hidup. Awalnya Lian Gie mengira karena harta ayahnya Lian Gie sering sakit-sakitan, sebab dua orang kuli desa yang ditemuinya di Vila itu mempunyai fisik yang kuat, walau harus berpanas-panasan di sawah, dan memakan-makanan yang tidak layak menurut Lian Gie, berbeda dengan Lian Gie yang berkehidupan berkecukupan tetapi mempunyai fisik yang lemah. Lian Gie berpikir ingin menjadi seperti dua orang kuli desa itu, tetapi, Tjung Yang Bwe, Liauw Nio, dan Liesye melarangnya. Akhirnya Liesye mengatakan penyebab Lian Gie sakit karena ayahnya yaitu Tjung Yang Bwe yang menurunkan penyakit sifilis padanya. Lian Gie marah pada ayahnya. Lian Gie tidak ingin menjadi seperti mayat hidup lagi. Ia menulis surat yang berisi, “untuk keberuntungan dan kebaikan Liesye, kemajuan bangsa kita dan keselamatan manusia, saya menyingkir dari dunia ini ! Selamat tinggal papa, mama, Liesye!” dan menembak kepalanya sendiri di hadapan Tjung Yang Bwe yang saat itu shock melihat anaknya bunuh diri di hadapannya, Tjung Yang Bwe tak sadarkan diri selamanya.
2

public area

Sedang malas menulis dan membaca...

klik untuk memperbesar

Kutipan hari ini : jangan berharap berlebihan, intinya sabar yang terbaik untuk saat ini.
Back to Top